Photobucket
Dream High
click on the dropdown menu to navigate through this blog

Kisah budak-budak dulu-dulu..
Monday, January 2, 2012 ★ 4:23 AM │ (0) angels

Dulu-dulu, tak ada LRT. Dulu-dulu, tak telefon bersel. Dulu-dulu, tak ada Astro. Dulu-dulu, tak ada Blogspot. Dulu-dulu, tak ada Youtube. Dulu-dulu, tak ada Facebook. Dulu-dulu, tak ada Twitter. Dulu-dulu, tak ada macam-macam. Tetapi, tak ada macam-macam bukanlah bermakna kami tidak merdeka dan gembira,

Dulu-dulu, pagi, kami ke sekolah, ke makmal, ke bengkel. Dulu-dulu, petang, kami ke prep petang, ke padang. Dulu-dulu, malam, kami ke surau (berlatih menyanyi lagu Sepohon Kayu Daunnya Rimbunnnn!), keprep malam. Dan, sebahagian besar prep malam – kami habiskan masa untuk mengarang surat-surat cinta – demi jiwa yang merdeka dan rasa yang gembira, pergh!

Dulu-dulu, tiada apalah yang akan menggembirakan hati kami selain daripada – mengutus surat cinta dan menerima surat cinta. Isnin, terima surat cinta dari makwe di Sri Puteri. Selasa, terima surat cinta dari makwe di TKC. Rabu, terima surat cinta dari makwe di STF. Khamis, terima surat cinta dari makwe di TIGS. Jumaat, terima surat cinta dari makwe di SIGS. Sabtu, terima surat cinta dari makwe di SEMESRA. Ahad, tak terima apa-apa surat, sebab posmen cuti.

Ini tak termasuk surat-surat cinta domestik yang harus kami balas saban malam, ha ha.



Contoh surat domestik:

Ke hadapan Alin,

Apa khabar? Diharapkan Alin sihat wal’afiat hendaknya.

Tujuan saya menulis surat ini adalah untuk memberitahu bahawa sayalah lelaki comel yang duduk di meja Alin semasa pertukaran kelas untuk matapelajar English (set 4). Dan saya jugalah yang telah menulis ayat “Yang jauh kita dekatkan, yang dekat kita mesrakan… destinasi!” di atas buku latihan Alin. Saya tak ada niat langsung nak conteng buku latihan Alin sebenarnya. Saya ingat, yang saya conteng itu buku latihan saya, rupa-rupanya bukan. Saya minta maaf! Saya sungguh menyesal, oh!

Sebagai menebus kesalahan – saya ingin belanja Alin makan nasi Padang di Warong Beringin, berhampiran Masjid India, Kuala Lumpur, pada hari sabtu ini, selepas saya selesai latihan Kadet.

Kalau padi katakan padi,
Tidak saya tertampi-tampi;
Kalau sudi katakan sudi,
Tidak saya ternanti-nanti.

Sekian, terima kasih.

Photobucket
OLDER POST | NEWER POST
Pieces Of Me
meet the big beauty boss

I am NurulAin and this is my blog, it's mine. In this very little space from the World Wide Web, this could be the only place where in i can have my freedom to express myself, rant whenever i wanted to, post non-sense shit, type asdfghjkl until i get tired like an idiot. I mean, who the hell in the world, uhmm (except me) would do that effin thing? of course no one. EXCEPT ME.Alright, you've got it. I really am an idiot. okay? and you've got any problems with that? kiss my fist. Actually i'm just sixTEEN and i don't act like what normal teen girls do. I'm weird and i like crazy things. I like the smell of an old book, I yawn and don't close my mouth even if i'm in a public place.. and i blah blah, i blah too.. enough. bye byee! You may click links and contact to befriend with me.Thanks !
Tagboard
leave your message here and i'll pay you a visit later


ShoutMix chat widget
Links & Contacts
the great escapes to a beautiful land


Friend Friend Friend Friend Friend Friend Friend Friend Friend Friend Friend Friend Friend Friend Friend

Facebook nurul ain
Twitter nurul ain
Tumblr nurul ain
Blogskin nurul ain
Layout (c) sweet.m!sery
Re-edited by nurul ain
Icons from reviviscent
Resources: sea shells
Kisah budak-budak dulu-dulu..
Monday, January 2, 2012 ★ 4:23 AM │ (0) angels

Dulu-dulu, tak ada LRT. Dulu-dulu, tak telefon bersel. Dulu-dulu, tak ada Astro. Dulu-dulu, tak ada Blogspot. Dulu-dulu, tak ada Youtube. Dulu-dulu, tak ada Facebook. Dulu-dulu, tak ada Twitter. Dulu-dulu, tak ada macam-macam. Tetapi, tak ada macam-macam bukanlah bermakna kami tidak merdeka dan gembira,

Dulu-dulu, pagi, kami ke sekolah, ke makmal, ke bengkel. Dulu-dulu, petang, kami ke prep petang, ke padang. Dulu-dulu, malam, kami ke surau (berlatih menyanyi lagu Sepohon Kayu Daunnya Rimbunnnn!), keprep malam. Dan, sebahagian besar prep malam – kami habiskan masa untuk mengarang surat-surat cinta – demi jiwa yang merdeka dan rasa yang gembira, pergh!

Dulu-dulu, tiada apalah yang akan menggembirakan hati kami selain daripada – mengutus surat cinta dan menerima surat cinta. Isnin, terima surat cinta dari makwe di Sri Puteri. Selasa, terima surat cinta dari makwe di TKC. Rabu, terima surat cinta dari makwe di STF. Khamis, terima surat cinta dari makwe di TIGS. Jumaat, terima surat cinta dari makwe di SIGS. Sabtu, terima surat cinta dari makwe di SEMESRA. Ahad, tak terima apa-apa surat, sebab posmen cuti.

Ini tak termasuk surat-surat cinta domestik yang harus kami balas saban malam, ha ha.



Contoh surat domestik:

Ke hadapan Alin,

Apa khabar? Diharapkan Alin sihat wal’afiat hendaknya.

Tujuan saya menulis surat ini adalah untuk memberitahu bahawa sayalah lelaki comel yang duduk di meja Alin semasa pertukaran kelas untuk matapelajar English (set 4). Dan saya jugalah yang telah menulis ayat “Yang jauh kita dekatkan, yang dekat kita mesrakan… destinasi!” di atas buku latihan Alin. Saya tak ada niat langsung nak conteng buku latihan Alin sebenarnya. Saya ingat, yang saya conteng itu buku latihan saya, rupa-rupanya bukan. Saya minta maaf! Saya sungguh menyesal, oh!

Sebagai menebus kesalahan – saya ingin belanja Alin makan nasi Padang di Warong Beringin, berhampiran Masjid India, Kuala Lumpur, pada hari sabtu ini, selepas saya selesai latihan Kadet.

Kalau padi katakan padi,
Tidak saya tertampi-tampi;
Kalau sudi katakan sudi,
Tidak saya ternanti-nanti.

Sekian, terima kasih.

Photobucket
OLDER POST | NEWER POST